BERITA TERKINI
120 Peserta Daftar Tarung Puisi di Gemilang Budaya Kalbar 2025, Digelar 15–16 Agustus

120 Peserta Daftar Tarung Puisi di Gemilang Budaya Kalbar 2025, Digelar 15–16 Agustus

PONTIANAK—Lomba Tarung Puisi dalam rangkaian Gemilang Budaya Kalimantan Barat 2025 diperkirakan berlangsung ketat. Hingga Selasa (12/8), sebanyak 120 peserta telah mendaftar untuk menampilkan kemampuan membaca dan menginterpretasikan puisi di Taman Budaya Kalbar pada 15–16 Agustus.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, Rita Hastarita, menyebut tingginya jumlah pendaftar mencerminkan besarnya minat generasi muda terhadap seni sastra. Ia mengatakan, partisipasi talenta muda tidak hanya terlihat pada seni tari dan permainan tradisional, tetapi juga pada kegiatan sastra.

Tarung Puisi merupakan salah satu agenda dalam Gemilang Budaya Kalimantan Barat 2025 yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar sejak 8 Agustus. Kegiatan ini diselenggarakan untuk memeriahkan HUT ke-80 Kemerdekaan RI sekaligus sebagai upaya pemajuan kebudayaan daerah.

Sejumlah kegiatan lain telah digelar di Museum Provinsi Kalbar, di antaranya Lomba Pangka’ Gasing, Pameran Temporer Museum (8–13 Agustus), Lomba Terompah, Lomba Tari Kreasi, serta Pameran Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK).

Pada Minggu (10/8), Karnaval Budaya dan Parade Baju Adat Kreasi & Busana Karnaval turut memeriahkan jalanan Kota Pontianak. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 2.000 peserta dari berbagai kabupaten/kota di Kalbar. Menurut Rita, peserta berasal dari kalangan ASN, pelajar, kelompok etnis, paguyuban, komunitas, sanggar, hingga masyarakat umum.

Selain lomba, pengunjung juga dapat menyaksikan Pameran Kontemporer Wastra Bekesah yang bekerja sama dengan Museum Pleret Yogyakarta, Lomba Kuliner Khas Kalbar, serta berbagai pertunjukan budaya yang dijadwalkan berlangsung hingga 16 Agustus.

Rita menambahkan, antusiasme masyarakat yang hadir juga tinggi karena dapat menyaksikan ragam busana adat dan tradisi dari seluruh kabupaten/kota di Kalbar. Ia menyebut kegiatan ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi budaya.