BERITA TERKINI
11 Talenta Berdarah Indonesia yang Meniti Karier di Industri Hiburan Amerika

11 Talenta Berdarah Indonesia yang Meniti Karier di Industri Hiburan Amerika

Sejumlah talenta berdarah Indonesia terus memperluas jejak di industri hiburan Amerika Serikat, termasuk film dan serial yang beredar secara global. Mereka datang dari latar yang beragam: ada yang lahir dan besar di Indonesia lalu merintis karier di luar negeri, ada pula yang lahir di Amerika dengan akar keluarga dari Tanah Air. Berikut 11 nama yang disebut telah menembus panggung hiburan internasional, khususnya Hollywood.

Lukita Maxwell lahir di Jakarta dan pindah ke Amerika Serikat pada usia 5 tahun. Ia memiliki latar multikultural, termasuk darah China-Indonesia dari sang ibu. Kariernya dimulai lewat serial Generation di HBO Max, lalu berlanjut ke Shrinking di Apple TV+. Keterlibatannya dalam proyek A24 serta penghargaan yang diraihnya membuatnya kerap disebut sebagai salah satu representasi baru Asia Tenggara di Hollywood.

Gilli Jones merupakan aktor muda yang memiliki darah Indonesia dan disebut berdarah Skotlandia-Indonesia, meski informasi mengenai latar keluarganya masih terbatas. Namanya sempat mencuri perhatian setelah dikabarkan mengikuti audisi Flynn Ryder untuk versi live-action Tangled. Di luar itu, ia aktif di panggung teater Amerika dan juga dikenal mahir memainkan alat musik.

Dallas Liu lahir dan besar di California, Amerika Serikat, dengan latar Tiongkok-Indonesia. Ia tampil di berbagai serial televisi sejak usia muda, sebelum kemudian mendapat peran besar sebagai Zuko dalam live-action Avatar: The Last Airbender. Perannya mendapat banyak pujian karena dinilai mampu menangkap kompleksitas karakter tersebut, sekaligus memperkuat representasi Asia, termasuk Indonesia, di Hollywood.

Joe Taslim, kelahiran Palembang, memulai perjalanan publiknya sebagai atlet judo nasional sebelum beralih ke dunia akting. Namanya dikenal secara internasional lewat The Raid dan kemudian menembus Hollywood melalui sejumlah judul seperti Fast & Furious 6, Star Trek Beyond, serta Mortal Kombat sebagai Sub-Zero. Aktor berusia 44 tahun ini disebut akan kembali dalam Mortal Kombat II.

Tania Gunadi lahir di Bandung dan pindah ke Amerika Serikat untuk melanjutkan pendidikan serta mengejar karier. Ia memulai dari berbagai pekerjaan, termasuk pernah menjadi operator telepon, sebelum mendapat kesempatan di industri hiburan. Namanya dikenal melalui proyek Disney seperti Pixel Perfect dan Go Figure. Tania juga aktif sebagai pengisi suara, termasuk dalam waralaba Scooby-Doo.

Yoshua “Yoshi” Sudarso lahir di Jakarta dan pindah ke Amerika Serikat saat masih kecil. Ia memiliki darah Indonesia-Tionghoa dari kedua orang tuanya. Kariernya bermula sebagai stuntman, kemudian tampil dalam sejumlah film dan serial, termasuk The Maze Runner, Power Rangers, dan NCIS: Los Angeles. Pada 2022, ia membintangi Bullet Train sebagai versi muda dari karakter Hiroyuki Sanada, “the Elder.”

Lulu Antariksa lahir di Amerika Serikat dan memiliki ayah asal Malang, Indonesia, serta ibu berdarah Jerman. Ia dikenal lewat serial Nickelodeon How to Rock sebagai Stevie Baskara. Selain akting, Lulu juga menekuni dunia musik sebagai penyanyi.

Iko Uwais, kelahiran Jakarta, dikenal sebagai salah satu ikon film aksi modern. Ia mengawali karier melalui Merantau, lalu melesat lewat dua film The Raid yang membuka jalan ke industri internasional. Di luar negeri, Iko tampil dalam Star Wars: The Force Awakens, Mile 22, hingga The Expendables 4 sebagai villain utama, dengan ciri khas kemampuan pencak silat yang melekat pada penampilannya.

Agnez Mo (Agnes Monica) lahir dan besar di Jakarta dan telah dikenal sebagai bintang sejak kecil di industri hiburan Indonesia. Setelah berkiprah di musik internasional, ia disebut menjajal akting Hollywood lewat serial Reacher musim keempat sebagai Lila Hoth, menandai babak baru dalam perjalanan karier globalnya.

Anggun C. Sasmi juga lahir di Jakarta dan memulai karier musik di Indonesia sebelum hijrah ke Eropa dan dikenal sebagai artis internasional. Ia kemudian merambah akting global dengan bergabung dalam serial Reacher musim terbaru. Perannya disebut menuntut fisik yang kuat sehingga ia menjalani latihan intens untuk mendalami karakter.

Ruy Iskandar, aktor berdarah Betawi, juga tampil dalam live-action Avatar: The Last Airbender sebagai Letnan Jee. Ia aktif di berbagai panggung Broadway Amerika dan sebelumnya muncul dalam sejumlah serial televisi Amerika. Penampilannya dalam Avatar disebut mencuri perhatian penonton Indonesia, dan ia sempat membagikan pengalamannya sebagai aktor di luar negeri saat pulang ke Tanah Air.

Deretan nama tersebut menunjukkan ragam jalur yang ditempuh talenta berdarah Indonesia untuk hadir di industri hiburan Amerika, baik melalui akting, aksi, maupun musik. Kehadiran mereka juga memperkaya representasi Asia di layar global.